Friday, 28 April 2023

Menggeser kurikulum Belanda ke kurikulum Amerika di negara ini telah menjadi Langkah yang Dilakukan oleh Pemerintah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan: Ken Research

Sistem Pendidikan Kedokteran di Indonesia: Indonesia dianggap baik dalam pendidikan kedokteran karena menyediakan lingkungan yang bagus untuk mengakomodasi siswa terutama Calon Internasional karena faktor-faktor seperti sejumlah besar sekolah kedokteran, infrastruktur yang baik, kesempatan kerja yang tinggi dan banyak lagi. Semua Universitas Negeri dan Swasta menawarkan Kursus Sarjana (MBBS / MD) sementara hanya beberapa Kolese yang menawarkan kursus khusus di negara ini. Pendidikan kedokteran di Indonesia membutuhkan setidaknya 5,5 tahun Wisuda ditambah 1 tahun Magang untuk memenuhi syarat untuk program master.

Meningkatnya Jumlah Sekolah Tinggi Kedokteran: Perguruan tinggi kedokteran telah meningkat pesat jumlahnya di Indonesia karena populasi negara ini juga meningkat tajam selama beberapa dekade terakhir, yang telah menyebabkan sejumlah besar pemuda mengejar pendidikan tinggi terutama di bidang kedokteran. Namun, pertumbuhan di no. perguruan tinggi kedokteran ini sering menantang kualitas pendidikan kedokteran di negara ini. Oleh karena itu, pemerintah berusaha menerapkan beberapa perubahan dan perbaikan kurikulum untuk meningkatkan kualitas.

Institusi Kedokteran Swasta vs Publik: Calon Mahasiswa Kedokteran di Indonesia harus melalui ujian Nasional yang disebut SPMB yang menyaring siswa yang memenuhi syarat untuk jurusan tertentu. Kemudian ujian lain dan wawancara dilakukan sebelum terdaftar secara resmi di Universitas Negeri mana pun. Namun, untuk sebagian besar Universitas Swasta, ujian masuk terpisah diambil. Sekolah Tinggi Kedokteran Negeri telah melebihi jumlah Universitas swasta di Indonesia karena tingginya minat pemerintah (sebagai bagian dari reformasi multisektor utama). Tanggung jawab atas pengelolaan dan penyediaan pelayanan kesehatan masyarakat; dan pengenalan progresif otonomi yang lebih besar dalam pengelolaan organisasi pelayanan publik termasuk pendidikan kedokteran sebagai sektor utama yang menjadi perhatian.

unduh contoh laporan

Pasar Pendidikan Kedokteran Indonesia

Dampak COVID pada Sekolah Tinggi Kedokteran: Covid-19 telah berdampak pada pendidikan kedokteran untuk sementara. Pandemi memaksa sekolah kedokteran di Indonesia untuk menghentikan kegiatan pembelajaran tatap muka dan tiba-tiba beralih ke kurikulum online. Banyak perguruan tinggi menghadapi kesulitan dalam melakukan ujian akhir tahun yang telah mempengaruhi total korban lulusan pada tahun 2020. Pada saat yang sama, peningkatan permintaan konsultan penyakit dalam di seluruh negeri disaksikan, terutama pada platform teknologi kesehatan karena Pandemi.

Laporan berjudul "Landscape of Indonesia Medical Education Market- " Continuous Change in the Course Curriculum Has Help the Indonesian Medical Education System Improve the Skills of Medical Graduates" oleh Ken Research menunjukkan bahwa Sekolah Tinggi Kedokteran telah menghadapi sedikit kejatuhan dalam hal Jumlah Intake dan Lulusan di tengah COVID-19. Secara keseluruhan, kurikulum dasar kedokteran Indonesia adalah program sarjana-masuk yang berjalan rata-rata 5-5,5 tahun. Manfaat utama mengejar kedokteran di Universitas Indonesia (terutama untuk Siswa Internasional) adalah faktor-faktor seperti sejumlah besar sekolah Kedokteran di negara ini yang mengarah ke asupan rata-rata yang lebih tinggi, beberapa beasiswa serta kesempatan kerja yang disediakan oleh negara dan meningkatkan infrastruktur.

untuk laporan yang disesuaikan klik di sini

Segmen Utama yang Dicakup

  • Dasar Segmentasi Pasar Jenis Institusi (Jumlah Perguruan Tinggi)
  • Perguruan Tinggi Swasta
  • Perguruan Tinggi Negeri

Segmentasi Pasar berdasarkan Wilayah (Jumlah Perguruan Tinggi)

  • Jawa
  • Sumatera
  • Sulawesi
  • Kepulauan Sunda Kecil
  • Kalimantan
  • Kepulauan Maluku
  • Nugini Barat

Segmentasi Pasar berdasarkan Akreditasi Sekolah Tinggi Kedokteran (Jumlah Sekolah Tinggi)

  • A
  • B
  • C

Dokter

  • Ikhtisar
  • Proses Penerimaan
  • Tingkat Kelulusan
  • Jumlah Lulusan
  • Jumlah Total Asupan

Penyakit Dalam

  • Persyaratan Pendaftaran
  • Struktur Biaya
  • Proses Seleksi
  • Jumlah Lulusan
  • Jumlah Total Asupan
  • Perbandingan Silang Perguruan Tinggi yang menawarkan Kursus Penyakit Dalam

Optalmologi

  • Struktur Biaya
  • Proses Seleksi
  • Jumlah Lulusan
  • Jumlah Total Asupan
  • Perbandingan Silang Perguruan Tinggi yang menawarkan Kursus Penyakit Dalam
  • Jumlah total Dokter Spesialis Mata di Wilayah dasar Indonesia

Target Audiens Utama

  • Sekolah Tinggi Kedokteran Umum
  • Sekolah Tinggi Kedokteran Swasta
  • Calon mahasiswa Sarjana Pendidikan Kedokteran
  • Calon mahasiswa Magister Pendidikan Kedokteran khususnya Penyakit Dalam dan Oftalmologi

Periode waktu yang tercantum dalam laporan:

  • Tahun Dasar: 2020
  • Periode studi: 2015–2020
  • Periode Sejarah: 2015-2020

Perguruan Tinggi Tercakup:

  • Lanskap di Indonesia 10 institusi Pendidikan Kedokteran teratas termasuk perguruan tinggi,
  • Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
  • Universitas Gadjah Mada, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
  • Universitas Airlangga, Fakultas Kedokteran
  • Universitas Padjadjaran, Fakultas Kedokteran
  • Universitas Diponegoro, Fakultas Kedokteran
  • Universitas Hassanudin, Fakultas Kedokteran
  • Universitas Sriwijaya, Fakultas Kedokteran
  • Universitas Sumatera Utara, Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Topik utama yang dibahas dalam laporan

  • Pengenalan Pendidikan Kedokteran Indonesia
  • Lansekap Detil Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri
  • Ekosistem Pasar
  • Tren dan Tantangan di Industri
  • Basis Segmentasi Pasar Institusi, Wilayah dan Akreditasi
  • Proses Penerimaan untuk Kursus Sarjana dan Magister
  • Analisis Terperinci tentang Kursus Dokter (Ukuran Pasar berdasarkan Asupan dan Lulusan)
  • Analisis Terperinci tentang Ukuran Pasar Penyakit Dalam berdasarkan Asupan dan Lulusan)
  • Analisis Terperinci tentang Ukuran Pasar Oftalmologi berdasarkan Asupan dan Lulusan)
  • Pemain Utama di Pasar Pendidikan Kedokteran Indonesia

Hubungi Kami:
Ken Research, Ankur Gupta
Head Marketing &; Communications
Ankur@kenresearch.com
+91-9015378249

Thursday, 27 April 2023

Pasar Industri Pengolahan Air Limbah di Indonesia diperkirakan akan memberikan Pendapatan sebesar USD 1,9 Miliar, dikarenakan adanya peningkatan Pendirian Industri sampai dengan tahun 2027F: Ken Research







 Teknologi Pelepasan Likuidasi Nol - Zero Liquidation Discharge (ZLD):  Teknologi ZLD dengan cepat menjadi terkenal di Indonesia dan banyak perusahaan telah memilih teknologi ini untuk mengurangi jejak air buangan mereka serta mengatasi kelangkaan air. Banyak industri telah secara sukarela mengadopsi teknologi ZLD. Air yang diolah akan sangat membantu dalam mempertahankan ketinggian permukaan sumber air serta menjaga kualitas badan air di sekitarnya.

 Adopsi terhadap penerapan Teknologi terbaru:  Permintaan untuk peralatan pengolahan dan proses di pasar pengolahan air Industri dan pengolahan air Indonesia secara umum terus meningkat karena adanya adopsi terhadap penerapan teknologi terbaru yang memberikan peningkatan efisiensi dan kapasitas pengolahan. Sistem yang efisien dapat dirancang untuk memastikan bahwa peralatan pengolahan sekunder dan tersier dapat dipilih yang cocok untuk mengolah polutan tertentu. Ini akan membantu dalam meningkatkan perawatan yang lebih cepat dan efisien. Biayanya mungkin sedikit lebih mahal, tetapi dalam jangka panjang efisiensi dan kinerja yang lebih tinggi diharapkan dapat diberikan sebanding dengan upaya yang dikeluarkan.

 Meningkatnya Permintaan untuk Pengolahan Air dan Pentingnya Peralatan Baru yang lebih Efisien: Pompa dan peralatan lainnya dengan kemampuan efisiensi energi yang lebih baik menjadi semakin penting karena kini fokus beralih pada pengurangan atas jejak karbon dan energi. Ini telah menciptakan kondisi pasar di mana kontraktor EPC harus membayar premi atas hal tersebut.

Untuk membeli laporan



 Meningkatnya Kesadaran tentang Kegunaan Memanfaatkan Air Olahan: Air yang talah diolah dapat membantu mempertahankan ketinggian sumber air serta menjaga kualitas badan air di sekitarnya. Ini memastikan pasokan air yang lebih lama dan konstan dan serta memberi keuntungan dalan jangka panjang. Biaya penggunaan air yang diolah mengarah pada peningkatan biaya yang dapat diterpkan ke pelanggan atau peraturan dapat dibuat untuk memastikan bahwa pelanggaran akan hal ini akan  dihukum secara tegas dan tepat.

 Para Analis di Ken Research dalam publikasi terbaru mereka “Tinjauan (Outlook) dan Prospek terhadap Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia 2027F – Didorong oleh Meningkatnya Industrialisasi, Penipisan Sumber Daya dan Inisiatif Kuat Pemerintah dalam Pengolahan Air Limbah oleh Ken Research menilai bahwa pasar Pengolahan Air Limbah adalah pasar yang akan tumbuh di Indonesia pada tahap pemulihan dari krisis ekonomi setelah pandemi. Meningkatnya industrialisasi dan polusi di sungai, seiring dengan tumbuhnya kesadaran dan inisiatif Pemerintah, diperkirakan akan berkontribusi pada pertumbuhan pasar selama periode perkiraan. Pasar Pengolahan Air Limbah Indonesia diharapkan tumbuh pada CAGR sebesar 8.9% selama periode perkiraan 2022-2027F.

 Segmen-segmen Utama yang dicakup:

Pasar Pengolahan Air Limbah Indonesia:

Berdasarkan Daerah

  • Jakarta & Java
  • Sulawesi
  • Sumatra
  • Kalimantan
  • Maluku
  • Irian Jaya

Berdasarkan Tipe Perusahaan:

  • EPC
  • O&M

Berdasarkan Sektor Industri:

  • Industri Pembangkit Listrik (Power plants)
  • Industri Kertas
  • Industri Tekstil
  • Industri Kelapa Sawit (Palm Oil)
  • Industri Makanan dan Minuman (Food and Beverages)
  • Lainnya

Narasumber Utama

  • Penyedia Layanan Pengolahan Air Limbah
  • Distributor Peralatan Pengolahan Air
  • Produsen Peralatan Pengolahan Air
  • Perusahaan FMCG
  • Perusahaan Pengolahan Air Limbah
  • Manufaktur Kelapa Sawit
  • Manufaktur Kertas
  • Badan Pemerintah, Otoritas, dan Regulator

unduh contoh laporan

Periode Waktu Tercatat dalam Laporan:

  • Periode historis: 2017-2022
  • Periode dasar: 2022
  • Periode Perkiraan: 2022– 2027F

Perusahaan yang Tercakup:

  • PT Beta Pramesti
  • Kurita Water Industries
  • Metito
  • Envitech Perkasa
  • Padi Hijau Buana
  • PT Amanaid
  • PT Eswareco Tama
  • PT Kohken WaterTech
  • Biosystem Limited
  • PT Hydromaster Harmoni Nusantara
  • PT Lautan Organo Water
  • PT Harum Tirta Jaya
  • PT Adika Tirta Daya
  • PJL Enviro/ Surya Cipta Waste Water

Topik Utama yang Dicakup dalam Pembahasan Laporan

  • Tinjauan Air Limbah Indonesia
  • Tinjauan Pasar Air Limbah Industri Indonesia
  • Ekosistem Pasar Air Limbah Industri Indonesia
  • Siklus Bisnis dan Proses Kejadian Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Model Bisnis Sistem Pengolahan Air Limbah di Indonesia
  • Rantai Nilai Sistem Pengolahan Air Limbah Indonesia
  • Analisis Pengguna Akhir Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Analisis Industri Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Analisis SWOT Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Pendorong Pertumbuhan Utama di Pasar Pengolahan Air Limbah Industri di Indonesia
  • Tantangan dan Isu Utama di Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Kerangka Persaingan di Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia
  • Analisis Terperinci tentang Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia (Ukuran dan Segmentasi Pasar, 2017-2022; Ukuran dan Segmentasi Pasar Masa Depan, 2022-2027F)
  • Peluang Pasar dan Rekomendasi Analis

 Hubungi Kami:
Ken Research
Ankur Gupta, Kepala Pemasaran & Komunikasi
Ankur@kenresearch.com
+91-9015378249

Wednesday, 26 April 2023

Regulasi Ketat, Penggunaan Air Berlebihan dan Penipisan Kualitas Air Menggerakkan Pasar Pengolahan Air Limbah Industri di Indonesia: Ken Research


Terdapat lebih dari 100+ perusahaan EPC di Indonesia dengan perusahaan baru bermunculan setiap tahun yang memiliki peningkatan teknologi

Potensi Pengolahan Air Limbah Indonesia:  Sebagian besar Air Limbah di Indonesia tidak diolah dan dibuang secara tidak aman ke sungai serta mencemarinya, berakibat munculnya jutaan penyakit setiap tahun dan akhirnya menyebabkan kematian ribuan orang Indonesia. Hanya 1% air limbah yang diolah dengan baik di Indonesia, namun masalahnya masih terus meningkat, seiring pertumbuhan industrialisasi, penggunaan sumber daya yang berlebihan, dan penurunan kualitas air.

Inisiatif Pemerintah yang Menjanjikan: Di Indonesia, Pemerintah memiliki komitmen baru untuk menjadikan kualitas sungai dan danau menjadi kelas 2 dengan Chemical Oxygen Demand (COD) 25 ppm dan Biologycal Oxygen Demand (BOD) 3ppm, kualitas air saat ini berada di kelas 3 dan 4. Studi pembersihan sungai Citarum melaporkan bahwa sekitar 280 ton limbah beracun diendapkan di sungai Citarum setiap hari dan dinilai sebagai sungai terkotor di dunia.

Kontrak EPC dan O&M: Kontrak EPC memiliki nilai yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan kontrak O&M dan dapat memakan waktu penyelesaian dari beberapa bulan hingga tahun. Besar proyek rata-rata kontrak EPC adalah sekitar USD 5 juta dan biasanya sebuah perusahaan mengerjakan sekitar 8 proyek EPC setiap tahunnya. Kesadaran terhadap lingkungan bersih sebagai dampak atas pademi Covid-19, telah membuat para perusahaan lebih memperhatikan pengolahan air limbah industri miliknya.  Pengoperasian dan pemeliharaan biasanya dialihdayakan di banyak industri yang pekerjaan utamanya tidak terkait dengan air. Biasanya, perusahaan mengabaikan pemeliharaan sendiri. Hal ini mengakibatkan Pasar O&M tidak sedang dalam fase pertumbuhan karena kadang-kadang perusahaan melakukan pemeliharaan pabrik pengolahannya sendiri.

Meningkatnya Permintaan untuk Pengolahan Air:  Indonesia adalah produsen minyak sawit terbesar di dunia. Industri ini bersifat intensif air dan pertumbuhan industri ini akan menyebabkan peningkatan permintaan air olahan. Pertumbuhan serupa diperkirakan terjadi di industri makanan dan minuman (F&B), Tekstil dan Kertas. Dengan demikian, kebutuhan instalasi pengolahan juga akan meningkat pada tingkatan yang sama.

Para Analis di Ken Research dalam publikasi terbaru mereka “Tinjauan (Outlook) dan Prospek terhadap Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia 2027F – Didorong oleh Meningkatnya Industrialisasi, Penipisan Sumber Daya dan Inisiatif Kuat Pemerintah dalam Pengolahan Air Limbah oleh Ken Research menilai bahwa pasar Pengolahan Air Limbah adalah pasar yang akan tumbuh di Indonesia pada tahap pemulihan dari krisis ekonomi setelah pandemi. Meningkatnya industrialisasi dan polusi di sungai, seiring dengan tumbuhnya kesadaran dan inisiatif Pemerintah, diperkirakan akan berkontribusi pada pertumbuhan pasar selama periode perkiraan. Pasar Pengolahan Air Limbah Indonesia diharapkan tumbuh pada CAGR sebesar 8.9% selama periode perkiraan 2022-2027F.

      Segmen-segmen Utama yang dicakup:

Pasar Pengolahan Air Limbah Indonesia:

Berdasarkan Daerah: 

·       Jakarta & Java

·       Sulawesi

·       Sumatra

·       Kalimantan

·       Maluku

·       Irian Jaya 

Berdasarkan Tipe Perusahaan:

·       EPC

·       O&M

Berdasarkan Sektor Industri:

·       Industri Pembangkit Listrik (Power plants)

·       Industri Kertas

·       Industri Tekstil

·       Industri Kelapa Sawit (Palm Oil)

·       Industri Makanan dan Minuman (Food and Beverages)

·       Lainnya

Untuk detail lebih lanjut, beli laporan

Narasumber Utama

·       Penyedia Layanan Pengolahan Air Limbah

·       Distributor Peralatan Pengolahan Air

·       Produsen Peralatan Pengolahan Air

·       Perusahaan FMCG

·       Perusahaan Pengolahan Air Limbah

·       Manufaktur Kelapa Sawit

·       Manufaktur Kertas

·       Badan Pemerintah, Otoritas, dan Regulator


Periode Waktu Tercatat dalam Laporan:

      Periode historis: 2017-2022

·       Periode dasar: 2022

·       Periode Perkiraan: 2022 2027F

 saPerusahaan yang Tercakup:

·       PT Beta Pramesti

·       Kurita Water Industries

·       Metito

·       Envitech Perkasa

·       PT. Padi Hijau Buana

·       PT Amanaid

·       PT Eswareco Tama

·       PT Kohken WaterTech

·       Biosystem Limited

·       PT Hydromaster Harmoni Nusantara

·       PT Lautan Organo Water

·       PT Harum Tirta Jaya

·       PT Adika Tirta Daya

·       PJL Enviro/ Surya Cipta Waste Water

Topik Utama yang Dicakup dalam Pembahasan Laporan

·       Tinjauan Air Limbah Indonesia

·       Tinjauan Pasar Air Limbah Industri Indonesia

·       Ekosistem Pasar Air Limbah Industri Indonesia

·       Siklus Bisnis dan Proses Kejadian Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia

·       Model Bisnis Sistem Pengolahan Air Limbah di Indonesia

·       Rantai Nilai Sistem Pengolahan Air Limbah Indonesia

·       Analisis Pengguna Akhir Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia

·       Analisis Industri Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia

·       Analisis SWOT Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia

·       Pendorong Pertumbuhan Utama di Pasar Pengolahan Air Limbah Industri di Indonesia

·       Tantangan dan Isu Utama di Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia

·       Kerangka Persaingan di Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia

·       Analisis Terperinci tentang Pasar Pengolahan Air Limbah Industri Indonesia (Ukuran dan Segmentasi Pasar, 2017-2022; Ukuran dan Segmentasi Pasar Masa Depan, 2022-2027F)

·       Peluang Pasar dan Rekomendasi Analis

Unduh contoh laporan secara gratis

Hubungi Kami
Ken Research
Ankur Gupta, Kepala Pemasaran & Komunikasi
Ankur@kenresearch.com
+91-9015378249

Tuesday, 25 April 2023

Ketersediaan Sumber Daya Bahan Baku Nikel, Insentif Pajak, dan Peningkatan Minat terhadap (Kendaraan Listrik (Electrical Vehicle - EV)) akan mendorong pertumbuhan Industri Peralatan Pengisian Kendaraan Listrik di Indonesia pada CAGR sebesar 44% selama 2022-26: Ken Research

 

  • Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan Listrik Indonesia diperkirakan akan tumbuh pada CAGR sebesar 44% selama periode perkiraan FY’22-FY’26.
  • Skema Harmonisasi Pajak dan Ketersediaan nikel diharapkan dapat mendorong berbagai entitas yang memfasilitasi pembuatan Peralatan Pengisian Kendaraan Listrik di dalam negeri.
  • Lebih dari 70% orang bersedia memiliki Kendaraan Listrik karena banyaknya manfaat yang diberikan Kendaraan Listrik untuk masa depan yang berkelanjutan.

Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia, dengan populasi hampir 250 juta orang. Dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat dan urbanisasi yang pesat di Indonesia, diproyeksikan akan semakin banyak orang yang memiliki kendaraan pribadi untuk mobilitas. Sektor transportasi merupakan salah satu penyumbang emisi CO2 terbesar di Indonesia, kedua setelah sektor industri.

Pada tahun 2019, Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Program Percepatan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Untuk Angkutan Jalan telah ditetapkan. Peraturan ini menjadi payung hukum bagi pengembangan kendaraan listrik Indonesia dan menimbulkan efek domino bagi beberapa kementerian untuk memulai proyek kendaraan listrik (EV) di Indonesia.

Prospek Industri di Masa Depan

Industri Peralatan Pengisian kendaraan listrik diharapkan tumbuh pada CAGR sebesar 44% selama tahun 2022 dan 2026. Juga ukuran Pasar Kendaraan Listrik Indonesia diperkirakan tumbuh pada CAGR sebesar 20,9% selama tahun 2022-2026.

Dengan lebih dari 22% cadangan nikel dunia ditemukan di Indonesia, dan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisinya (29% pada tahun 2030) serta meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan. Hal tersebut akan sangat membantu manufaktur kendaraan listrik untuk tumbuh.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Indonesia akan membutuhkan investasi hingga US$35 miliar selama lima hingga 10 tahun ke depan untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik -nya.

Publikasi laporan pasar berjudul 'Pandangan Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan Listrik Indonesia hingga 2026: Didorong oleh masuknya investasi dari luar negeri ditambah dengan peningkatan fokus pada pengendalian emisi' memberikan gambaran umum Industri Peralatan Pengisian Kendaraan Listrik dengan menganalisis statistik Pengisian kendaraan listrik secara historis dan perubahan yang sesuai di kelas menengah di Indonesia. Industri Peralatan Pengisian diharapkan tumbuh pada CAGR sebesar 44% selama tahun 2022 dan 2026.

Laporan ini juga berfokus pada segmentasi Industri Alat Pengisian kendaraan listrik Indonesia menurut jenis Alat Pengisian, Jenis Pengisi Daya, Jenis Kendaraan, Jenis Geografi, dan Berdasarkan Saluran Penjualan. Bagian Pengisian kendaraan listrik dari laporan diakhiri dengan proyeksi untuk masa depan industri termasuk perkiraan total pendapatan Peralatan Pengisian kendaraan listrik pada tahun 2026, dan pandangan analis tentang masa depan yang menyoroti peluang besar.

                                                   Industri peralatan pengisian kendaraan listrik di Indonesia

Segmen Utama Pembahasan Laporan dalam Industri Peralatan Pengisian kendaraan listrik Indonesia

  • Ukuran Pasar Pengisian kendaraan listrik menurut Pendapatan
  • Jumlah stasiun pengisian daya

Industri Peralatan Pengisian kendaraan listrik Indonesia menurut

  • Jenis Pengisi Daya
  • Jenis cara Pengisian
  • Jenis Kendaraan
  • Permintaan secara Geografis
  • Jenis Produsen
  • Saluran Penjualan

Analsisis Produk

  • Pengisi Daya kendaraan beroda empat
  • Pengisi Daya kendaraan beroda dua
  • Stasiun Pengisian

Analisa Harga

  • Pengisi Daya kendaraan beroda empat
  • Pengisi Daya kendaraan beroda dua
  • Stasiun Pengisian

Narasumber Utama

  • Pemasok Listrik
  • Produsen kendaraan listrik
  • Produsen Peralatan Pengisian kendaraan listrik
  • Operator Sistem Pengisian kendaraan listrik
  • Operator Transportasi
  • Lembaga/Badan Pemerintah terkait

Periode Waktu yang Tercatat dalam Laporan:

  • Periode waktu secara historis: 2016-2021
  • Periode waktu perkiraan (forecast): 2022-2026F

Pemain Instrumen atau Peralatan Pengisian kendaraan listrik di Indonesia

  • Delta
  • ABB
  • Schneider Electric
  • Powerindo
  • Bambang Djaja
  • Phihong
  • ANS EVSE
  • Ghifari Energi

klik untuk membeli laporan

Profil perusahaan

  • Delta
  • ABB
  • Schneider Electric
  • Powerindo
  • Bambang Djaja
  • Phihong
  • ANS EVSE
  • Ghifari Energi
  • PLN
  • EESL
  • Alfen
  • Sistem Pertukaran Baterai
  • Pengisi Daya EV
  • Kendaraan roda empat
  • Kendaraan roda dua
  • Kendaraan listrik untuk transportasi penumpang
  • Insentif perpajakan

Topik Utama Pembahasan dalam Laporan

  • Tinjauan Pasar Kendaraan listrik dan Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan listrik di Indonesia
  • Ekosistem Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan listrik di Indonesia
  • Ukuran Pasar Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan listrik di Indonesia (Total Pendapatan Peralatan Pengisian Kendaraan listrik)
  • Segmentasi Pasar Alat Pengisian Kendaraan listrik di Indonesia (Berdasarkan Jenis Pengisian, Jenis Pengisi Daya, Jenis Kendaraan, Jenis Geografi, Berdasarkan Saluran Penjualan)
  • Perbandingan Silang Negara-negara Asia Tenggara tentang Adopsi Kendaraan listrik dan perbandingan pemain top di Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan listrik di Indonesia
  • Profil Perusahaan Produsen Pengisi Daya Kendaraan listrik (Ringkasan, Produk, Aliran Bisnis, Kemampuan Manufaktur, Saluran Distribusi, Proyek Terbaru, Struktur Biaya, serta Penghargaan dan Pencapaian)
  • Pendorong Pertumbuhan dan Tantangan Industri Peralatan Pengisian Daya Kendaraan Listrik di Indonesia
  • Tren dan perkembangan industri
  • Analisis SWOT Pasar Kendaraan listrik
  • Aturan dan Peraturan dari Instansi Pemerintah terkait
  • Prospek Industri di Masa Depan
  • Studi Kasus Perusahaan (PLN, EESL, Alfen)

unduh contoh laporan

Hubungi Kami:

Ankur Gupta, Kepala Pemasaran & Komunikasi

Ankur@kenresearch.com

+91-9015378249

Monday, 24 April 2023

UAE Courier, Express & Parcel Market is Poised to become an AED 55 Bn industry by 2025. Will it be able to achieve it?: Ken Research

                                                                                                                        Buy Now

The UAE is a major trading hub in the Middle East, and the country's CEP market is dominated by international B2B deliveries. The International CEP segment dominates the market, accounting for more than half of the total market revenue, and is expected to grow further during the forecast period. The substantial share of cross-border online shopping contributes to the expansion of the international CEP market. The country's initiatives to develop cross-border e-commerce are expected to fuel the segment's growth. Dubai Customs launched the Cross Border e-commerce platform in January 2020 in order to make the country a global hub for e-commerce and to encourage e-commerce companies to set up shop in Dubai.

UAE Courier Service Market

To Know More about this report, download a Free Sample Report

1. High number of orders are placed during Quarter Endings, Year Endings and Ramadan in UAE.

There is a high demand for express delivery services from April to August, because of the various festivals in UAE. This contributes to the fair share of revenue to the CEP market in the country. Moreover, B2C shipments witness a huge surge owing to the summer vacations and festive period. Amazon Prime Day and other sales campaign fall in this period

This increases the express delivery frequency more than the months without any offers. Moreover, it is during festive days when gifts and wishes are being sent to the loved ones, that is near Christmas, Easter, New Year etc. Another variation can be during the Black Friday & Singles Day period when Emiratis tend to shop online to get the maximum benefits.

2. UAE Trade Lanes have significant volume of Trade with Three Geographies viz., Asia, Europe and MENA region.  

UAE Courier Service Market 

Visit This link:- Request for Custom Report

Dubai’s total foreign trade value in 2018 attained AED 1.3 trillion (US$353.9 billion). UAE Trade Lanes have significant volume of Trade with Three Geographies that are Asia, Europe and MENA region. The International CEP segment dominates accounting for more than 65% of the total market and is expected to continue the growth through the forecast period. The significant share of cross-border online shopping is also contributing to the growth of international CEP market. Moreover, the country’s initiatives towards the development of cross-border e-commerce are expected to foster the growth of the segment. In Jan 2020, Dubai Customs has launched Cross Border e-commerce platform to make the country a global hub for e-commerce and to encourage e-commerce companies to establish their businesses in Dubai.

3. There is a significant presence of international & domestic express companies owing to high volume of cross-border trade.  

UAE Courier Service Market

Domestic players have contributed through effective collaborations with global companies in order to enhance their reach to the remote areas of the country. Various international express companies have entered the market owing to well connectivity with the GCC countries, high volume of international trade, shipments from overseas family members and increase in business activities.

4. Integration of New Technology have driven the growth in UAE CEP Industry.    

UAE Courier Service Market

CEP companies have been developing new technologies and experimenting new supply chain models to increase parcel volumes and expedite deliveries. With the growing demand for on-time deliveries and increasing preference towards convenience, companies are developing solutions such as Pickup Drop-off (PUDO) points, automated parcel delivery terminals. In Nov 2019, Aramex has launched a new PUDO service called ‘Aramex Spot’ in UAE and Saudi Arabia. Moreover, warehouses are becoming automated with the aid of robotics and automation, and companies are experimenting on autonomous vehicles and drone deliveries for efficient and faster last mile deliveries. Furthermore, many tech-based start-ups are helping e-commerce companies, as well as traditional brick and mortar stores to deliver at low costs.

For more insights on the market intelligence, refer to the link below:-

UAE Courier Service Market

Follow Us

Facebook | Twitter | LinkedIn | Instagram

Pasar Industri Peralatan Pengisian Kendaraan Listrik (Electrical Vehicles – EV) tumbuh pada CAGR 499% berdasarkan perolehan pendapatan selama 2017 hingga 2021 karena masuknya investasi dari luar negeri ditambah dengan peningkatan fokus pada pengendalian emisi~ Ken Research

Pasar Industri Peralatan Pengisian Kendaraan Listrik (Electrical Vehicles – EV) tumbuh pada CAGR 499% berdasarkan perolehan pendapatan selama 2017 hingga 2021 karena masuknya investasi dari luar negeri ditambah dengan peningkatan fokus pada pengendalian emisi~ Ken Research

 

·       Pertumbuhan yang luar biasa ini disebabkan oleh pesatnya urbanisasi dan kepemilikan kendaraan pribadi yang terus meningkat lebih dari 5% setiap tahun.

  • Serapan EV di Indonesia dipicu karena adanya insentif pajak dan pembebasan pajak dengan syarat dan ketentuan tertentu (tax holiday) yang diberikan pemerintah kepada produsen baterai guna meningkatkan produksi mobil listrik di Indonesia.

 

Gambaran Kendaraan Listrik (EV) di Indonesia

Lebih dari 70% masyarakat tertarik untuk memiliki kendaraan listrik yang isu lingkungan sebagai alasan paling umum mereka lebih menyukai kendaraan bertenaga listrik daripada kendaraan 'berpenggerak' bahan bakar fosil tradisional. Toyota berencana menginvestasikan sekitar USD 2 Miliar untuk mengembangkan pabrik produksi EV di Indonesia. Hyundai juga telah berkomitmen sekitar USD 1,5 Miliar untuk memproduksi EV. Perusahaan baterai seperti Panasonic dan LG berencana mendirikan pabrik baterai di Indonesia, yang mencakup aspek hulu dan hilir.

Salah satu kendala pengembangan EV Indonesia adalah belum adanya industri baterai dalam negeri. Indonesia telah memberlakukan larangan ekspor bijih nikel sejak 2020.

 

Kondisi Persaingan di Industri Pengisian Kendaraan Listrik (EV)

Saat ini, persaingan di sector industry Pengisian EV di Indonesia bersifat monopolistik, dengan PLN ditugaskan untuk membangun dan memantau SPKLU di seluruh negeri. Pemain swasta berharap untuk memperluas operasi mereka di Indonesia, tetapi tidak melakukannya karena kekhawatiran yang belum terantisipasi mengenai profitabilitas operasi pengisian EV, tarif listrik yang diatur secara ketat, dan lain-lain. Perusahaan yang mengoperasikan layanan transportasi umum seperti bus dan taksi listrik mendapatkan pengisi daya EV dari perusahaan China dalam jumlah besar karena biaya yang lebih murah, tetapi pemerintah berusaha untuk mempromosikan manufaktur lokal dengan memberlakukan persyaratan lokalisasi wajib bagi perusahaan swasta yang ingin melakukan bisnis di Indonesia di sektor EV. Sejumlah kecil perusahaan rintisan pengisian EV saat ini sedang dalam tahap uji coba di negara tersebut, dan masih harus dilihat apakah mereka dapat memperluas operasi mereka secara memadai dan menjadi menguntungkan di tahun-tahun mendatang.

 

Publikasi laporan riset pasar berjudul 'Tinjauan Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan Listrik Indonesia hingga 2026: Didorong oleh masuknya investasi dari luar negeri ditambah dengan peningkatan fokus pada pengendalian emisi' membahas cakupan gambaran umum Industri Peralatan Pengisian Kendaraan Listrik dengan menganalisis statistik pengisian kendaraan listrik (EV) secara historis dan perubahan yang sesuai di kalangan Kelas Menengah yang sejahtara (Affluent) di Indonesia. Industri Peralatan Pengisian Daya tumbuh pada CAGR sebesar 499% selama 2017 dan 2021.

Laporan tersebut juga berfokus pada segmentasi Industri Peralatan Pengisian EV di Indonesia berdasarkan Jenis Pengiriman Uang menurut Jenis Pengisian, Jenis Pengisi Daya, Jenis Kendaraan, Jenis Geografis, Jenis Pabrikan dan Berdasarkan Saluran Penjualan. Bagian Pengisian EV dari laporan diakhiri dengan proyeksi untuk masa depan industri termasuk perkiraan total pendapatan Peralatan Pengisian EV pada tahun 2026, dan pandangan analis tentang masa depan yang menyoroti peluang besar.

Segmen Utama Pembahasan Laporan dalam Industri Peralatan Pengisian kendaraan listrik Indonesia

·       Ukuran Pasar Pengisian kendaraan listrik menurut

Ø  Pendapatan

Ø  Jumlah stasiun pengisian daya

·       Industri Peralatan Pengisian kendaraan listrik Indonesia menurut

Ø  Jenis Pengisi Daya

Ø  Jenis cara Pengisian

Ø  Jenis Kendaraan

Ø  Permintaan secara Geografis

Ø  Jenis Produsen

Ø  Saluran Penjualan

·       Analsisis Produk

Ø  Pengisi Daya kendaraan beroda empat

Ø  Pengisi Daya kendaraan beroda dua

Ø  Stasiun Pengisian

·       Analisa Harga

Ø  Pengisi Daya kendaraan beroda empat

Ø  Pengisi Daya kendaraan beroda dua

Ø  Stasiun Pengisian

·       Narasumber Utama

Ø  Pemasok Listrik

Ø  Produsen kendaraan listrik

Ø  Produsen Peralatan Pengisian kendaraan listrik

Ø  Operator Sistem Pengisian kendaraan listrik

Ø  Operator Transportasi

Ø  Lembaga/Badan Pemerintah terkait

·       Periode Waktu yang Tercatat dalam Laporan:

Ø  Periode waktu secara historis: 2016-2021

Ø  Periode waktu perkiraan (forecast): 2022-2026F

·       Pemain Instrumen atau Peralatan Pengisian kendaraan listrik di Indonesia

Ø  Delta

Ø  ABB

Ø  Schneider Electric

Ø  Powerindo

Ø  Bambang Djaja

Ø  Phihong

Ø  ANS EVSE

Ø  Ghifari Energi

·       Profil perusahaan

Ø  Delta

Ø  ABB

Ø  Schneider Electric

Ø  Powerindo

Ø  Bambang Djaja

Ø  Phihong

Ø  ANS EVSE

Ø  Ghifari Energi

Ø  PLN

Ø  EESL

Ø  Alfen

Ø  Battery Swap Systems

Ø  EV Chargers

Ø  4 Wheelers

Ø  2 Wheelers

Ø  Electric passenger vehicle

Ø  Tax incentives 

Unduh laporannya di sini

Topik Utama Pembahasan dalam Laporan

Ø  Tinjauan Pasar Kendaraan listrik dan Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan listrik di Indonesia

Ø  Ekosistem Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan listrik di Indonesia

Ø  Ukuran Pasar Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan listrik di Indonesia (Total Pendapatan Peralatan Pengisian Kendaraan listrik)

Ø  Segmentasi Pasar Alat Pengisian Kendaraan listrik di Indonesia (Berdasarkan Jenis Pengisian, Jenis Pengisi Daya, Jenis Kendaraan, Jenis Geografi, Berdasarkan Saluran Penjualan)

Ø  Perbandingan Silang Negara-negara Asia Tenggara tentang Adopsi Kendaraan listrik dan perbandingan pemain top di Pasar Peralatan Pengisian Kendaraan listrik di Indonesia

Ø  Profil Perusahaan Produsen Pengisi Daya Kendaraan listrik (Ringkasan, Produk, Aliran Bisnis, Kemampuan Manufaktur, Saluran Distribusi, Proyek Terbaru, Struktur Biaya, serta Penghargaan dan Pencapaian)

Ø  Pendorong Pertumbuhan dan Tantangan Industri Peralatan Pengisian Daya Kendaraan Listrik di Indonesia

Ø  Tren dan perkembangan industri

Ø  Analisis SWOT Pasar Kendaraan listrik

Ø  Aturan dan Peraturan dari Instansi Pemerintah terkait

Ø  Prospek Industri di Masa Depan

Ø  Studi Kasus Perusahaan (PLN, EESL, Alfen)

beli laporan sekarang

Hubungi Kami:

Ankur Gupta, Kepala Pemasaran & Komunikasi

Ankur@kenresearch.com

+91-9015378249

 

 


Navigating the Future: Banking Market Trends in India and Beyond

  Introduction: The banking market in India stands as a robust and dynamic pillar of the nation's economic landscape. Over the years, ...